Rumah Jomblo Hancur di Hantam Puting Beliung - Rabu, 25 Oktober 2017


BANJARBARU • Hujan deras sore hari disertai puting beliung menerjang kawasan komplek Graha Praja Idaman membuat 'rumah jomblo' yang terkenal pun disapu angin hingga hancur, Rabu (25/10/2017).
Posisinya tinggi dipuncak tanah merah di tengah area sebuah perumahan di kawasan Kesatrian Secaba dan Dodiklatpur di Jalan Gunung Kupang, Kecamatan Cempaka, Kota Banjarbaru.
Hingga berita ini diturunkan, sekitar pukul 17.32 Wita suasana lokasi masih ramai oleh warga. "Sedih sekali belum sempat foto di rumah jomblo," ucap Ani warga setempat.
Rumah ini awalnya memang tanpa nama, namun para anak muda itu kerap menamainya di media sosial dengan sebutan Rumah Jomblo.
Rumah jomblo memang terkenal dengan keunikannya dan selalu jadi sasaran objek foto.


Related Posts:

Jeruk Madang ternyata Asli Sungai Madang Gudang Hirang Sungai Tabuk

SUNGAI TABUK, SB  – Jika anda penyuka Jeruk Madang, tentu sepakat bahwa rasanya manis, segar dan  kandungan airnya banyak. Yang menjadi masalah sekarang, dimana sebenarnya daerah penghasil jeruk lokal dan manis  tersebut?

Menurut Anang Syahrani, Madang atau Sungai Madang itu masuk dalam wilayah Desa Gudang Hirang dan berbatasan dengan Desa Lok Baintan Dalam, Kecamatan Sungai Tabuk, Kabupaten Banjar.

Ditambahkan Anang Syahrani yang juga Kepala Desa Gudang Hirang ini,  budidaya  jeruk lokal yang ada di wilayah Sungai Madang, masih menggunakan bibit lama, sehingga belum menghasilkan produk jeruk yang maksimal.

Selaku aparat desa, dirinya mengaku sudah punya rencana peremajaan bibit jeruk yang ada di perkebunan milik petani di Sungai Madang tersebut. Namun menurutnya, akses jalan darat yang belum tersedia menuju Sungai Madang bisa kendala rencananya tersebut. “Semuanya tergantung pada akses jalan darat yang diketahui hingga sekarang belum mencapai Sungai Madang,” kata Anang Syahrani belum lama tadi.

Ditambahkannya, proses pembuahan Jeruk Madang sangat bergantung dengan kondisi tanah. Wilayah Sungai Madang dan sekitarnya,  sangat cocok untuk tumbuh kembang jeruk lokal tersebut.

“Jangan salah, buah jeruk yang dihasilkan di luar Sungai Madang tidak sama, meski jenis bibit yang ditanam sama dengan yang ada di Sungai Madang,” ujarnya.

Meski secara fisik buahnya tidak terlalu besar, jeruk yang dihasilkan dari kebun petani di Sungai Madang, rasanya tetap manis dan kandungan airnya juga banyak. Dan itu sangat dipengaruhi pada jenis tanah, ditambah sistem pemeliharaan budidaya jeruk yang baik.

Anang Syahrani berandai, jika saja pemerintah daerah bisa membantu para petani  mengembangkan budidaya jeruk lokal, termasuk penyediaan bibit dan mempertahankan lahan perkebunan dengan regulasinya, Sungai Madang bukan tidak mungkin jadi ikon sentra Jeruk Madang


Related Posts:

Tentang Pangeran Antasari "Panembahan Amiruddin Khalifatul Mukminin" Pahlawan Nasional dari Kalimantan

Hari apa kah besok?

Besok adalah hari yg sangat bersejarah bagi rakyat Kalimantan Selatan yakni hari memperingati Wafatnya Pahlawan Nasional Pangeran Antasari. Pangeran Antasari meninggal dunia pada tanggal 11 Oktober 1862 di Tanah Kampung Bayan Begok, Sampirang.

Pangeran Antasari. Beliau lahir di Kayu Tangi, Banjar, Kabupaten Banjar, Provinsi Kalimantan Selatan, 1797 atau 1809 dan meninggal di Bayan Begok, Kabupaten Barito Utara, Provinsi Kalimantan Tengah, 11 Oktober 1862 pada umur 53 tahun. Ia adalah seorang Pahlawan Nasional Indonesia. Sebagai seorang pangeran, ia merasa prihatin menyaksikan kesultanan Banjar yang ricuh karena campur tangan Belanda pada kesultanan semakin besar. Gerakan-gerakan rakyat timbul di pedalaman Banjar. Pangeran Antasari diutus menyelidiki gerakan-gerakan rakyat yang sedang bergolak.

Ia meninggal karena penyakit paru-paru dan cacar di pedalaman sungai Barito, Kalimantan Tengah. Kerangkanya dipindahkan ke Banjarmasin dan dimakamkan kembali di Taman Makam Perang Banjar Banjarmasin Utara, Banjarmasin. Perjuangan beliau dilanjutkan oleh puteranya Sultan Muhammad Seman dan mangkubumi Panembahan Muda (Pangeran Muhammad Said) serta cucunya Pangeran Perbatasari (Sultan Muda) dan Ratu Zaleha.

Pada 14 Maret 1862, beliau dinobatkan sebagai pimpinan pemerintahan tertinggi di Kesultanan Banjar (Sultan Banjar) dengan menyandang gelar Panembahan Amiruddin Khalifatul Mukminin dihadapan para kepala suku Dayak dan adipati (gubernur) penguasa wilayah Dusun Atas, Kapuas dan Kahayan yaitu Tumenggung Surapati/Tumenggung Yang Pati Jaya Raja.

Silsilah Pangeran Antasari
Semasa muda nama beliau adalah Gusti Inu Kartapati. Ayah Pangeran Antasari adalah Pangeran Masohut (Mas'ud) bin Pangeran Amir bin Sultan Muhammad Aminullah. Ibunya Gusti Hadijah binti Sultan Sulaiman. Pangeran Antasari mempunyai adik perempuan yang bernama Ratu Antasari/Ratu Sultan yang menikah dengan Sultan Muda Abdurrahman tetapi meninggal lebih dulu sebelum memberi keturunan. Pangeran Antasari tidak hanya dianggap sebagai pemimpin Suku Banjar, beliau juga merupakan pemimpin Suku Ngaju, Maanyan, Siang, Sihong, Kutai, Pasir, Murung, Bakumpai dan beberapa suku lainya yang berdiam di kawasan dan pedalaman atau sepanjang Sungai Barito.

Setelah Sultan Hidayatullah ditipu belanda dengan terlebih dahulu menyandera Ratu Siti (Ibunda Pangeran Hidayatullah) dan kemudian diasingkan ke Cianjur, maka perjuangan rakyat Banjar dilanjutkan pula oleh Pangeran Antasari. Sebagai salah satu pemimpin rakyat yang penuh dedikasi maupun sebagai sepupu dari pewaris kesultanan Banjar. Untuk mengokohkan kedudukannya sebagai pemimpin perjuangan umat Islam tertinggi di Banjar bagian utara (Muara Teweh dan sekitarnya), maka pada tanggal 14 Maret 1862, bertepatan dengan 13 Ramadhan 1278 Hijriah, dimulai dengan seruan:

Hidup untuk Allah dan Mati untuk Allah!"

Seluruh rakyat, pejuang-pejuang, para alim ulama dan bangsawan-bangsawan Banjar; dengan suara bulat mengangkat Pangeran Antasari menjadi "Panembahan Amiruddin Khalifatul Mukminin", yaitu pemimpin pemerintahan, panglima perang dan pemuka agama tertinggi.[6]

Tidak ada alasan lagi bagi Pangeran Antasari untuk berhenti berjuang, ia harus menerima kedudukan yang dipercayakan oleh Pangeran Hidayatullah kepadanya dan bertekad melaksanakan tugasnya dengan rasa tanggung jawab sepenuhnya kepada Allah dan rakyat.

Perlawanan terhadap Belanda
Lanting Kotamara semacam panser terapung di sungai Barito dalam pertempuran dengan Kapal Celebes dekat pulau Kanamit, Barito Utara Perang Banjar pecah saat Pangeran Antasari dengan 300 prajuritnya menyerang tambang batu bara milik Belanda di Pengaron tanggal 25 April 1859. Selanjutnya peperangan demi peperangan dipkomandoi Pangeran antasari di seluruh wilayah Kerajaan Banjar. Dengan dibantu para panglima dan pengikutnya yang setia, Pangeran Antasari menyerang pos-pos Belanda di Martapura, Hulu Sungai, Riam Kanan, Tanah Laut, Tabalong, sepanjang sungai Barito sampai ke Puruk Cahu.

Pertempuran yang berkecamuk makin sengit antara pasukan Khalifatul Mukminin dengan pasukan Belanda, berlangsung terus di berbagai medan. Pasukan Belanda yang ditopang oleh bala bantuan dari Batavia dan persenjataan modern, akhirnya berhasil mendesak terus pasukan Khalifah. Dan akhirnya Khalifah memindahkan pusat benteng pertahanannya di Muara Teweh.

Berkali-kali Belanda membujuk Pangeran Antasari untuk menyerah, namun beliau tetap pada pendirinnya. Ini tergambar pada suratnya yang ditujukan untuk Letnan Kolonel Gustave Verspijck di Banjarmasin tertanggal 20 Juli 1861.

....Dengan tegas kami terangkan kepada tuan: Kami tidak setuju terhadap usul minta ampun dan kami berjuang terus menuntut hak pusaka (kemerdekaan)”

Dalam peperangan, belanda pernah menawarkan hadiah kepada siapa pun yang mampu menangkap dan membunuh Pangeran Antasari dengan imbalan 10.000 gulden. Namun sampai perang selesai tidak seorangpun mau menerima tawaran ini. Setelah berjuang di tengah-tengah rakyat, Pangeran Antasari kemudian wafat di tengah-tengah pasukannya tanpa pernah menyerah, tertangkap, apalagi tertipu oleh bujuk rayu Belanda pada tanggal 11 Oktober 1862 di Tanah Kampung Bayan Begok, Sampirang, dalam usia lebih kurang 75 tahun. Menjelang wafatnya, beliau terkena sakit paru-paru dan cacar yang dideritanya setelah terjadinya pertempuran di bawah kaki Bukit Bagantung, Tundakan.
Setelah terkubur selama lebih kurang 91 tahun di daerah hulu sungai Barito, atas keinginan rakyat Banjar dan persetujuan keluarga, pada tanggal 11 November 1958 dilakukan pengangkatan kerangka Pangeran Antasari. Yang masih utuh adalah tulang tengkorak, tempurung lutut dan beberapa helai rambut. Kemudian kerangka ini dimakamkan kembali Komplek Pemakaman Pahlawan Perang Banjar, Kelurahan Surgi Mufti, Banjarmasin. Jika Pangeran Antasari selalu menekankan bahwa "Haram Menyerah" kepada musuh, maka semestinya ini bisa kita jadikan pencerahan untuk diri kita. Bisa saja kita menyemangati diri kita dengan semangat "Haram Menyerah" kepada kemiskinan, ketidak adilan atau apa saja yang hendak kita capai! Terkadang dengan kata semangat dan keingin dari diri sendiri, bukan mustahil ini bisa menjadi penambah kekuatan untuk diri kita dalam menggapai apa yang kita inginkan-dalam arti tujuan yang mulia tentunya!!!

Pangeran Antasari telah dianugerahi gelar sebagai Pahlawan Nasional dan Kemerdekaan oleh pemerintah Republik Indonesia berdasarkan SK No. 06/TK/1968 di Jakarta, tertanggal 23 Maret 1968. Nama Antasari diabadikan pada Korem 101/Antasari dan julukan untuk Kalimantan Selatan yaitu Bumi Antasari. Kemudian untuk lebih mengenalkan P. Antasari kepada masyarakat nasional, Pemerintah melalui Bank Indonesia (BI) telah mencetak dan mengabadikan nama dan gambar Pangeran Antasari dalam uang kertas nominal Rp 2.000. —


Related Posts:

"PERSAUDARAAN BANJAR DAN DAYAK"

"PERSAUDARAAN BANJAR DAN DAYAK"
“SIAPAKAH ORANG BANJAR” – maka banjar adalah secara genetis perpaduan gen Dayak dan para pendatang tetapi secara Budaya lebih dominan berbudayakan Melayu.suku banjar bukanlah suku pada awalnya, suku banjar tercipta semenjak adanya Kesultanan Banjar, jadi suku banjar terbentuk karena sekelompok orang yg menjadi rakyat kesultanan Banjar yg berbudaya MELAYU dan beragama ISLAM yg berdiam disebuah bangsa. Maka suku ini tercipta karena adanya bangsa. Maka Banjar adalah Banjar bukan Dayak, Banjar adalah satu entitas tersendiri tetapi asal usulnya tidak dapat dilepaskan dari orang-orang Dayak. Ibarat saudara sepupuan. Maka tepatlah istilah Banjar & Dayak adalah “BADINGSANAK”. Hubungan antara suku Banjar dan kaum Dayak selalunya dalam keadaan baik. Beberapa kaum Dayak masuk Islam dan berasimilasi dengan budaya suku Banjar yg notabene berbudaya Melayu ,serta memanggil diri mereka orang Banjar. Kaum Dayak menganggap suku Banjar sebagai saudara. Ini diperkuatkan lagi dengan banyaknya perkawinan antara suku Banjar dan kaum Dayak termasuk pada peringkat raja. Contohnya, Biang Lawai, isteri kepada Raja Banjar adalah dari etnik Dayak Ngaju.
Dan banyak lagi Sultan banjar yg mengambil istri dr suku dayak. 
Terlebih lagi adanya cabang Kesultanan Banjar di pemukiman dayak yaitu Kesultanan Kotawaringin (Kesultanan Kutaringin) yg diperintah oleh salah satu Pangeran Kesultanan Banjar yaitu Pangeran Anta Kasoema Dan para masyarakat dayak disana menerima kedatangan utusan kesultanan Banjar untuk mendirikan Kesultanan baru /cabang dari Kesultanan Banjar dan menyebarkan islam disana.
Hubungan ini menjadi kuat apabila mereka berhadapan dengan penjajahan. Mereka bersama-sama berperang dan beberapa pejuang yang terlibat dalam Perang Banjar adalah dari etnik Dayak. Contohnya.
Panglima Batur, dari etnik Dayak Siang Murung.
Panglima Wangkang, ayahnya Dayak Bakumpai dan ibunya Banjar.
Panglima Batu Balot (Tumenggung Marha Lahew), pahlawan wanita yang menyerang Kubu Muara Teweh pada tahun 1864-1865.
Banyak lagi pejuang banjar dan dayak berperang dan berjuang bersama. 
Tidak pernah ada pergesekan antara banjar dan dayak dan keharmonisan ini akan selalu terjaga. Aamiin yaa rabbal alamiin ...
DI MANA TANAH DI JAJAK DI SITU JUA LANGIT DI JUNJUNG
Baginda Sultan Haji Khairul Saleh Al-Moo'tasheem Billah juga berpesan agar masyarakat Banjar di manapun berada tetap menjunjung Marwah BANJAR sebagai masyarakat yang menjunjung tinggi kebersamaan dan persaudaraan.


Related Posts:

Terjadi kebakaran d desa Sungai Sumur Rt 4 Rw 2 - 02.okt.2017 sekitar 08.00Wita

02.okt.2017 sekitar 08.00Wita
terjdi kebakaran d desa Sungai Sumur Rt 4 Rw 2.yg terbakar 1 Bh Warung
Pemilik warung :
- a/n : Ibu Ainun Istri dr bp Abdurahman
Kronologis :
Pemilik warung yg sdg memasak dkt dgn Bensin.api menyambar bensin tsb.
Dan Pemilik warung sendiri mengalami luka bakar d bagian Kaki kiri dan kanan
Namun tdk ada korban jiwa.
Cm itu yg bs kami sampaikan.mhn maaf ats segla kekurgn dlm penulisan.
Sumber informasi :
* Rohmat Dwi Hariyanto...Pol PP
* Acil iyah...Org tua korban
* Ahmad Yusup... Anggota Hansip
* Muhammad ... KA Dusun 5 desa batu tungku.
* Abdurahman ... Suami Korban.est
* Edwin Djinggo77


Related Posts:

BERINGAS..!! Pria Ini Tebas Bocah Ingusan dengan Samurai - Senin, 02 Oktober 2017

Senin, 02 Oktober 2017
BERINGAS..!! Pria Ini Tebas Bocah Ingusan dengan Samurai
Kanit Reskrim Polsek Ketapang Ipda Romadhon saat menunjukkan samurai yang digunakan oleh pelaku untuk menebas korban di Mapolsek,
SAMPIT-Entah apa yang dipikirkan oleh pemuda putus sekolah berinisial MZ (16), bukannya malah bersekolah justru harus menginap di kantor polisi. Pasalnya warga Jalan Anang Santawi Gang Sedap Malam Ketapang, Sampit ini menebas tangan seorang anak yang boleh dibilang masih ingusan, yakni Yoga Pratama.
Akibat tebasan samurai tersebut, bocah yang baru berumur 13 tahun ini mengalami luka parah di tangannya. Kejadian ini sendiri terjadi sekitar satu bulan yang lalu. Polisi baru berhasil mengamankan pelaku, Sabtu malam (30/9). Pemuda putus sekolah ini ditangkap saat mengetahui keberadaanyadi sekitar rumahnya dan saat ini sudah diamankan di Mapolsek.
Kapolsek Ketapang Ipda Romadhon membenarkan penangkapan terhadap anak di bawah umur yang tega melakukan penganiayaan terhadap korban. Bahkan tidak hanya pelaku saja yang diamankan, tetapi juga samurai yang digunakan untuk beraksi juga berhasil ditemukan. Pelaku sudah diamankan untuk dilakukan proses hukum selanjutnya.
Kejadian ini bermula di Jalan D.I Penjaitan No. 23 (Depan Toko Widya Jaya) Kelurahan MB Hulu, Kecamatan MB Ketapang, Sampit terjadi di pada 26 Agustus 2017 sekitar pukul 22.00 WIB. Saat itu sedang terjadi tawuran, pelaku yang diketahui membawa senjata tajam ini tidak melihat situasi sehingga menyerang secara membabi buta.
“Pengakuan korban saat itu sedang melintas dan tidak mengikuti aksi tawuran, tiba-tiba terkena sabetan samurai oleh pelaku. Korban terkena di bagian pegelangan tangan sebelah kiri hingga robek dan mengeluarkan darah,”katanya.
Korban dibawa ke rumah sakit untuk diberikan perawatan secara intensif. Mengetahui anaknya menjadi korban penganiayaan orang tuanya melaporkan kasus ini ke pihak kepolisian, akhirnya pelaku berhasil diamankan dan diringkus untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.
Berkaitan dengan kasus ini polisi juga melakukan penyelidikan terhadap aksi geng yang selama ini kerap kalimelakukan tawuran di wilayah Ketapang Sampit. Ironisnya aksi yang didominasi anak-anak di bawah umur ini cukup meresahkan.
“Kami akantindak tegas dan saat ini masih menyelidiki siapa saja yang tergabung dalam genk dan sering membuat onar. Kami secepatnya akan memburu danmelakukan tindakan agar tidak membuat resah,”ujarnya.


Related Posts:

Kapuas Geger! Nurdin Tanam Pisang Raksasa di Belakang Rumah

Kapuas Geger! Nurdin Tanam Pisang Raksasa di Belakang Rumah, Terbelalak Lihat Ukurannya
Minggu, 1 Oktober 2017

KUALAKAPUAS - Warga Kota Kualakapuas, Kabupaten Kapuas, Kalteng geger.
Pasalnya ada pohon pisang yang langka berada di belakang rumah Nurdin Okta (53), kawasan Jalan Setiadji RT24, nomor 131 Kecamatan Selat.
Kenapa disebut langka, karena ukuran buah pisang tersebut lebih besar dari ukuran pisang pada biasanya.
Nurdin Okta yang dihubunggi via telepon selulernya, Minggu (1/10/2017) mengatakan, pisang yang ditanam di belakang rumah, bermula berasal dari bibit pisang raja yang dibeli di pasar.
Kemudian pada saat ditanam lebih dari empat bulan, pohonya sudah besar.
Dalam hitungan hari terlihat tongkol dan menyusul buah.
"Kita terkejut pada saat melihat buah pisang itu besar-besar. Jumlah buahnya hanya 15 pisang, namun ukurannya besar-besar. Kita tidak pernah melihat pisang sebesar ini," katanya.
Setelah diukur panjangnya 42 cm dengan berat sekitar 1,5 kg.
Kemudian pisang itu dipetik dan kondisi pisang masih mentah. Beberapa tetangganya pun datang untuk melihat pisang raksasa itu.


Related Posts: